oleh: winartono
inilah zaman keranjingan
zaman tiada nabi
tak juga setan,
tak berpenghuni
kecuali tuhan-tuhan
sesembahan;
tuhan jadi-jadian.
aku ingin berlagu
tanpa lirik, tanpa ragu
tak ada sedih, juga sendu
tanpa suara, tapi semua tahu,
aku ingin keranjingan
di bilik sepi
bersama para resi
merayakan keganjilan,
diiringi para musisi
yang mengais kehampaan,
sedikit mengobati bumi
dari hasrat kekuasaan,
para jelata merana
hanya bisa berduka
atas fenomena semesta
tapi, mereka masih memasang jenaka,
inilah zaman musiman
musim kemarau yang berkepanjangan
datang sedikit hujan, semua kebanjiran
sampai tiba musim gila-gilaan:
inilah zaman "keadilan";
tak heran, banyak bermunculan
politikus-politikus karbitan,
sebab semua berhak dan berkesempatan,
inilah zaman keranjingan
kawan...........
dan...........
kita pun tak kunjung siuman.
malang, November 2008
cah angon
inilah zaman keranjingan
zaman tiada nabi
tak juga setan,
tak berpenghuni
kecuali tuhan-tuhan
sesembahan;
tuhan jadi-jadian.
aku ingin berlagu
tanpa lirik, tanpa ragu
tak ada sedih, juga sendu
tanpa suara, tapi semua tahu,
aku ingin keranjingan
di bilik sepi
bersama para resi
merayakan keganjilan,
diiringi para musisi
yang mengais kehampaan,
sedikit mengobati bumi
dari hasrat kekuasaan,
para jelata merana
hanya bisa berduka
atas fenomena semesta
tapi, mereka masih memasang jenaka,
inilah zaman musiman
musim kemarau yang berkepanjangan
datang sedikit hujan, semua kebanjiran
sampai tiba musim gila-gilaan:
inilah zaman "keadilan";
tak heran, banyak bermunculan
politikus-politikus karbitan,
sebab semua berhak dan berkesempatan,
inilah zaman keranjingan
kawan...........
dan...........
kita pun tak kunjung siuman.
malang, November 2008
cah angon
0 komentar:
Posting Komentar