di Indonesia
Judul buku : Ilusi Negara Islam
Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia
Penulis : Tim Peneliti The Wahid Institute
Penerbit : Gerakan Bhinneka Tunggal Ika,
The Wahid Institute Jakarta dan Ma’arif Institute
Cetakan I : April 2009
Tebal : 322 hlm
Peresensi : Winartono
Aktivis Lakpesdam NU Kota Malang
Setelah lama berjuang dari segala penjajahan yang menimpa nusantara, akhirnya kita meraih kemerdekaan sebagai bangsa dan negara, tepatnya pada 17 Agustus 1945. Atas nama Bangsa Indonesia, Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan. Meski demikian, bukan berarti tidak ada masalah lagi, justru makin banyak masalah dan tantangan yang harus dihadapi. Dari catatan sejarah pasca kemerdekaan, muncul gerakan-gerakan yang berpotensi merusak integritas ‘ke-bhinneka tunggal ika-an’ Indonesia. Salah satu contohnya adalah kasus Darul Islama (DI/TII). Gerakan ini pada dasarnya tidak sepakat atas bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebaliknya justru menghendaki Khilafah Islamiyah atau negara Islam bagi Indonesia. Mereka berkeyakinan Negara Islam adalah sistem yang paling ideal. Sehingga, mereka—yang biasanya dikenal dengan golongan garis keras (Islam radikal)—berusaha dan memaksakan untuk mengganti sistem Negara Bangsa (dengan Pancasila sebagai asasnya) dengan sistem Islam ala mereka.
Gerakan DI/TII pun pada akhirnya tidak lama dapat ditaklukkan. Pada dasarnya, menghadapi DI/TII atau gerakan garis keras lainnya tidak jauh beda dengan melawan imperialisme Belanda atau Jepang, bahkan mungkin bisa dikatakan lebih berat. Sebab yang dihadapi adalah ‘saudara’ sendiri. Ditaklukkannya gerakan DI/TII bukan berarti juga hilangnya ideologi atau paling tidak nalar mereka. Layaknya virus, sebuah ideologi—apa lagi garis keras (ekstrim)—sulit dimusnahkan. Di kemudian hari, terutama menjelang tumbangnya rezim Orde Baru, gerakan Islam garis keras (Islam formalis) kembali menjelma. Indonesia kembali resah. Keutuhan bangsa kembali diuji. Kali ini ‘virus radikal’ mempunyai wujud yang bermacam-macam; ada yang bersifat destruktif revolusioner dan ada juga yang samar-samar (evolusioner). Gerakan ini lebih sistematis dan tentunya lebih kuat. Berbagai lini kehidupan mereka masuki; mulai level bawah hingga elit. Salah satu efek dari gerakan (ideologi) ini adalah munculnya wacana ‘terrorisme’ dalam Islam.
Karena itulah, dengan didasari kesadaran historis, dan i’tikad baik, maka Ilusi Negara Islam, Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia hadir sebagai ‘obat’ luka Pancasila. Buku ini berusaha memperbaiki ‘wajah seram’ Islam-Indonesia; menghadirkan Islam rahmatan lil ‘alamin. Buku—hasil penelitian selama lebih dari dua tahun—ini mengurai genealogi (alur) gerakan Islam radikal atau dikenal juga dengan ‘Islam transnasional’. Beberapa organisasi pun tercatat di dalamnya; seperti HTI, PKS, JI, KAMMI dan lain seterusnya. Gerakan ini juga melakukan ilfiltrasi (penyusupan) ke dalam beberapa organisasi religius-nasionalis seperti NU dan Muhammadiyah.

:-?
BalasHapus