sajak lupa diri
winartono

kita bilang;
di pusara kita kan kembali
nyatanya,
di pantat-pantatlah kita berbagi.

kita serukan;
buka mata-buka hati
buktinya,
di belahan payudara kita terbelah mimpi.

kita rindukan;
aliran nikmat surgawi
sayangnya,
cinta, selalu kita maknai birahi.

kita selamatkan;
pertiwi dari para pencuri
tak tahunya,
korupsi, belum juga kita hindari.

kita perjuangkan;
nasib kita untuk esok hari
ironisnya,
kita terlalu sering memanjakan diri.

kita fatwakan;
untuk selalu berhati-hati
akhirnya,
kita budayakan curiga-mencurigai.

kita anjurkan;
untuk hidup bersih
ngerinya,
yang kita buang adalah saudara sendiri.

kita usahakan;
untuk berjiwa mandiri
dengan mudahnya,
kita menjual harga diri.

kita utamakan;
hati, tutur dan laku kita manusiawi
tak sepantasnya,
kepada sesama kita enggan berbagi.

kita tuliskan;
bermacam mantera, sajak atupun puisi
bodohnya,
tak jarang itu hanya basa-basi.


Malang, Rabu 24 September 2008
(pernah terbit d Malag Post)

0 komentar:

Posting Komentar