AKU TERBARING DI KALA SENJA HATI MULAI MERABA
oleh: winartono_putramulya

Detik-detik gelisah di sekitar halaqoh duka 
Tak henti-hentinya 
Gerogoti nadi birahi nafsuku 
Sambil bertanya kepada siapa jua 
Aku tak tahu 
Bingung 
Dilanda misterimu

Ya Allah…..
Aku ingin lebur seperti Jalaluddin ar Rumi
Bersama musik Mu
Mengirama tanpa batas waktu

Aku cemburu bisu
Ketika Al Jilani terbang menyelimuti
Bidadari-bidadari pilihan Mu

Tapi aku tak mampu seperti Al Busyiri
Yang menggubah burdah
Dalam rantai derita
Yang membelenggu

Ya Allah…..
Aku begitu bernafsu
Sungguh tak tahu malu

Kucoba dengan pisau analisa yang amat tumpul
Mungkin saja ini proses yang berliku
Tapi sampai kapan?

Kusimak firman Mu
Yang cukup menghibur gelisahku

“alaa inna auliya Allahi laa khoufun
‘alaihim wa laa hum yahzanuun”

Tuban, 30 Agustus 2007

(this poem is dedicated to my beloved father (al-magfurlah))

0 komentar:

Posting Komentar